Posted on 4:37 AM

Keindahan Arsitektur Islam di Masjid Sehitlik

Laporan dari Berlin

Fitraya Ramadhanny - detikRamadan
Gambar
Masjid Sehitlik (Fitraya/detikcom)

Berlin -Dua menara menjulang di daerah Tempelhof, Berlin. Masjid Sehitlik menjadi wakil keagungan arsitektur Islam di Jerman.

Masjid Sehitlik merupakan masjid Turki dengan arsitektur Usmaniyah klasik dengan ciri kubah besar dan menara kembar. Keberadaan masjid ini tidak terlepas dari sejarah hubungan diplomatik Kekhalifahan Usmaniyah dan Kerajaan Prussia pada abad ke-18.

"Semua berawal dari dibangunnya pemakaman Islam pertama di Berlin," ujar pengurus Masjid Sehitlik, Davut Yilmaz kepada detikRamadan, Minggu (13/9/2009).

Pada 1798, Dubes Kekhalifahan Usmaniyah untuk Prussia, Ali Aziz Effendi meninggal dunia. Raja Friedrich Willhem III memberikan tanah di daerah Tempelhof untuk lokasi pemakaman yang akhirnya menjadi pemakaman Islam.

Pada 1983, keberadaan pemakaman Islam semakin lengkap dengan dibangunnya sebuah masjid bernama asli Berlin Turk Sehitlik Camii. Sehit dalam bahasa Turki berarti 'Syahid'. Masjid Sehitlik ingin mengenang para tentara Turki yang gugur dalam Perang Dunia I dan dimakamkan juga di tempat ini.

"Masjid dan pemakaman di sini masih menjadi wilayah diplomatik pemerintah Turki, jadi wilayah ini punya semacam kekebalan diplomatik," jelas Davut.

Masjid Sehitlik dirancang oleh arsitek Hilmi Senalp dan sampai 2009 telah beberapa kali diperluas. Saat ini, Masjid Sehitlik memiliki luas 1.360 meter persegi yang terdiri dari lantai basement untuk ruang makan jamaah, lantai dasar untuk ruang salat perempuan, lantai satu untuk ruang salat utama, dan lantai dua dengan balkon sebagai ruang salat tambahan. Luas ini belum termasuk kantor pengurus masjid dan mini market di halaman masjid

"Masjid ini kembar dengan masjid di Tokyo, Jepang dan Askabat, Turkmenistan karena arsiteknya sama," kata Davut.

Keindahan arsitektur Usmaniyah klasik lebih terasa lagi di dalam ruangan. Berbagai kaligrafi menghiasi dinding dan langit-langit masjid. Mimbar khotbah berdiri tinggi dengan hiasan ornamen geometris khas Islam.

Aktifitas Ramadan sungguh terasa di Masjid Sehitlik. Orang-orang mengaji Al Quran di berbagai sudut masjid. Sementara di halaman, tersedia bazaar Ramadan yang menjual beraneka makanan dan kue-kue.

"Kami juga mengadakan Iftaar setiap hari, jangan lupa ikut mampir," pungkas Davut menutup pembicaraan.

(fay/nwk) Read More

Posted on 4:33 AM

Native Deen Syiarkan Islam dengan "Hip Hop"


13/09/2009 18:48

Liputan6.com, Baltymore: Rap, groove, dan hip-hop merupakan jenis musik yang melingkupi masa kanak-kanak dan remaja Native Deen. Pengalaman masa kecil itu membuat grup musik asal Amerika Serikat ini lantas membalut berbagai aliran tersebut dengan lirik-lirik islami. Bagi mereka, pesan Islam yang dibawa dalam setiap lagu menjadi pembeda dengan penyanyi muslim lainnya.

Jika selama ini nuansa Timur Tengah kerap diidentikan dengan musik islami, Native Deen malah menilai semua jenis musik bisa mejadi media penyiar agama. "Kami membuat musik yang bisa dinikmati semua kalangan karena tema musik kami yang mengagungkan Tuhan dengan segala ciptaan-nya," ujar salah seorang personelnya.

Grup yang digawangi Nasseem Muhammad, Abdul Malik, dan Joshua Salaam, ini memiliki tujuan mulia dengan musiknya. Mereka ingin meluruskan konsepsi yang salah tentang ajaran Islam di mata dunia. Untuk itu, melalui teknologi dunia maya, Native Deen membidik penggemarnya. "Kami tak sabar untuk berjumpa dengan penggemar dari negara lain," ujarnya. Simak berita selengkapnya di video.(OMI/AND) Read More

Posted on 4:32 AM

Hasan Al-Banna, Tokoh Pembaru Islam Abad ke-20

Asy-Syahid ini menginginkan seluruh umat Islam bersatu dalam melawan setiap gerakan yang merusak akidah Islam.

Nama Hasan Al-Banna sudah sangat tidak asing bagi sebagian umat Islam. Sepak terjangnya, jejak perjuangannya, membuat namanya cukup tersohor di dunia Islam.

Nama lengkapnya adalah Hasan Ahmad Abdurrahman Al-Banna. Ia adalah seorang mujahid dakwah, peletak dasar-dasar gerakan Islam sekaligus pendiri dan pimpinan tertinggi Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Islam). Karena perannya itu, ia mendapat julukan sebagai pembaru Islam Abad ke-20.

Hasan Al-Banna berusaha berjuang dan menyiarkan dakwah Islam, sebagaimana tuntutan Alquran dan Sunah Rasulullah SAW. Perhatiannya sangat besar terhadap upaya meluruskan pemahaman Islam dan mengembalikan nilai-nilai ajaran Islam yang telah dibuang oleh umat Islam sendiri.

Menurut Al-Banna, sebagian besar umat Islam hanya menginginkan akidah tanpa syariah, agama tanpa negara, kebenaran tanpa kekuatan, dan perdamaian tanpa perjuangan. Tetapi, Al-Banna menginginkan Islam sebagai akidah dan syariah, agama dan negara, kebenaran dan kekuatan, perdamaian dan perjuangan.

Suatu saat dia ditanya oleh seseorang dan si penanya mengharapkan Hasan Al-Banna menjelaskan tabiat dirinya. Imam Hasan Al-Banna berkata, ''Saya adalah seperti seorang pelancong (pengembara) yang sedang mencari kebenaran, orang yang mencari jati diri yang sebenarnya, warga negara yang mendambakan kemuliaan, kemerdekaan, ketenteraman, dan kehidupan yang mudah di bawah naungan agama Islam yang lurus. Saya berusaha untuk menerapkan Islam yang sebenarnya.''

''Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untuk Tuhan alam semesta yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Inilah diri saya yang sebenarnya, sekarang siapa diri Anda yang sebenarnya?'' lanjutnya.

Hasan Al-Banna, dikenal sebagai seorang tokoh yang paling gigih memberikan penjelasan kepada umat Islam tentang arti penting keterlibatan umat Islam dalam politik. Menurutnya, politik adalah bagian dari Islam, dan sesungguhnya kemerdekaan adalah salah satu kewajibannya.

Selain itu, Al-Banna juga memberikan perhatian yang besar dalam pembentukan generasi muda Muslim yang istiqamah terhadap diri sendiri, dan menjadikan Allah sebagai tujuannya, Islam jalannya, dan Muhammad sebagai teladannya.

Untuk itu, menurut Al-Banna, para generasi muda Islam haruslah memahami Islam secara mendalam, memiliki iman yang kuat, menjalin hubungan yang erat satu sama lain, mengamalkan ajaran itu dalam dirinya sendiri, bekerja dan berjuang untuk mencapai kebangkitan Islam, serta berusaha mewujudkan kehidupan yang Islami di masyarakatnya.

Guna mencapai tujuan tersebut, kata Al-Banna, umat Islam tidak boleh terpecah belah. Sebab, perpecahan itu akan melemahkan kekuatan Islam. Dalam pandangannya, umat Islam harus disatukan dalam satu landasan Islam yang universal. Dan, Islam itu harus bersatu agar semakin kuat dan jaya.

Keinginan Al-Banna yang besar ini sudah muncul sejak ia masih muda. Dari sini pula, ia mendirikan perkumpulan atau organisasi Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Islam), bersama enam orang temannya, pada tahun 1938.

Tujuan dari pendirian organisasi tersebut adalah untuk memberi pemahaman Islam yang benar. Menurutnya, Islam adalah merupakan akidah, sarana untuk beribadah, tanah air, kewarganegaraan, kelapangan, kekuatan, akhlak, alat untuk mencari materi, kebudayaan, dan perundang-undangan. Beberapa tokoh yang tergabung di dalamnya, antara lain Sayyid Quthb dan Yusuf Al-Qaradhawi.

Dan, keberadaan organisasi Ikhwanul Muslimin ini mampu memberikan semangat baru bagi generasi muda Islam untuk bangkit dan bersama-sama memperjuangkan Islam, sesuai tuntunan Alquran dan Sunah Nabi SAW.

Menurut Almuzammil Yusuf, dalam bukunya tentang Pemikiran Politik Ikhwanul Muslimin, kelahiran organisasi ini disebabkan adanya fakta sejarah yang menunjukkan keimanan umat Islam sudah mulai bercampur dengan sesuatu, yang tidak diajarkan dalam Alquran maupun hadis Rasulullah SAW.

Selain itu, kemunculan organisasi ini disebabkan adanya fenomena perang Salib, keragaman pendapat dan gagasan tokoh Muslim, seperti Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh. Di samping itu, kemunculannya juga disebabkan adanya pengaruh sufi dan tarekat serta gerakan ideologi politik.

Ahli pidato
Hasan Al-Banna dilahirkan pada 14 Oktober 1906 di Desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir. Ayahnya, Syekh As-Sa'ati, adalah seorang ulama hadis dan pengarang buku dalam bidang hadis yang berjudul Al Fath Ar Robani fi Tartib Musnad Al Imam Ahmad . Ia memperoleh pendidikan dasar di sekolah Ar-Rasyad Ad-Diniyah. Pada usia 12 tahun, Hasan al-Banna telah menghafal Alquran.

Walaupun masih muda, di sekolahnya dia sudah mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama Jam'iyah Al-Akhlaq Al-Adabiyah dan organisasi Man'u Al-Muharramat. Dia juga selalu menulis surat yang dikirimkan kepada orang-orang yang berpengaruh. Dalam surat yang tidak menyebutkan namanya itu, berisi tentang nasihat-nasihat kepada mereka. Dia selalu mengunjungi perpustakaan As-Salafiyah dan tempat-tempat berkumpulnya para ulama Al Azhar.

Sewaktu muda, Hasan Al-Banna sering mengunjungi tempat-tempat hiburan, gedung-gedung pertemuan, dan klub-klub. Dalam kunjungannya ke tempat-tempat tersebut, Hasan Al-Banna dan teman-temannya selalu mengajak mereka agar kembali kepada Islam yang benar.

Selepas lulus SMA dengan memperoleh predikat ranking 5 tingkat negara Mesir, pada tahun 1923 Al-Banna melanjutkan pendidikan ke Fakultas Dar Al Ulum dan lulus pada tahun 1927 dengan mendapatkan peringkat pertama. Setelah menamatkan pendidikannya, ia kerap berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain untuk berdakwah hingga kemudian ia memutuskan untuk menetap di Ismai'iliyah.

Tahun 1938, bersama enam orang temannya, ia mendirikan organisasi Ikhwanul Muslimin. Di Isma'iliyah, ia mendirikan masjid, kantor organisasi Ikhwanul Muslimin, dan sekolah Hara untuk mempelajari Islam. Di samping itu, di sana dia juga mendirikan sekolah yang diberi nama Ummahatul Mukminin. Tujuan dari pendirian sekolah tersebut adalah untuk mendidik putra-putri Islam dengan pendidikan Islam yang benar. Ia kemudian pindah ke Kairo, di sana dia mendirikan sebuah kantor pusat untuk organisasinya. Kantor yang didirikannya itu ia beri nama Kantor Pusat Umum.

Hasan Al-Banna dikenal sebagai seorang yang ahli dalam berpidato, lidahnya sangat fasih, ahli dalam sastra dan pandai memilih kata-kata yang tepat. Pada tahun 1941, dia dipenjara selama sebulan berkaitan dengan pidato yang ia sampaikan yang isinya mengkritik sistem politik Inggris pada Perang Dunia ke II. Masih pada tahun yang sama, dia dipaksa pindah ke Qana.

Di tempat barunya ini, Al-Banna terus melanjutkan perjuangannya dengan menyampaikan dakwah dan mengajarkan Islam kepada umat dari satu tempat ke tempat yang lain. Ia juga mengirimkan delegasi-delegasi ke seluruh penjuru dunia untuk mengetahui keadaaan umat Islam. Delegasi-delegasinya menginformasikan tentang realitas dunia Islam.

Pada tahun 1948, dia mengirimkan satu batalion pasukan ke Palestina. Pasukan yang ia kirim ke Palestina terdiri atas orang-orang Ikhwanul Muslimin. Dalam pertempuran melawan orang-orang Ikhwanul Muslimin, pasukan Yahudi mendapatkan kekalahan yang telak. Salah satu jenderalnya berkata, ''Seandainya mereka memberikan kepadaku satu batalion orang-orang Ikhwanul Muslimin, maka dengan pasukan tersebut saya pasti bisa menaklukkan dunia.''

Sosok Kehidupan Asy-Syahid

Di kalangan para pendiri dan anggota Ikhwanul Muslimin, Hasan Al-Banna dikenal sebagai sosok yang sangat rendah hati, sangat menjaga kebersihan, daya ingatnya sangat kuat, selalu semangat dan tak kenal lelah, sangat mencintai manusia dan berlaku lemah lembut kepada mereka, selalu senyum, pemberani, dan juga tidak pernah meninggalkan shalat malam.

Sayyid Quthb, salah seorang rekannya di Ikhwanul Muslimin, mengomentari Hasan Al-Banna, ''Sesuatu yang besar dalam diri Hasan Al-Banna adalah dia selalu berpikiran positif, berbuat baik, dan jenius.''

Syekh Muhammad Al-Hamid mengomentari Imam As-Syahid, ''Sejak lama umat Islam tidak menjumpai orang seperti Hasan Al-Banna.'' Syekh An-Nadawi juga berkomentar tentang diri Hasan Al-Banna, ''Dia adalah sosok yang mengejutkan Mesir dan dunia Islam.''

Suatu saat terjadi kekacauan di Mesir dan pemerintah tidak mampu mengatasinya. Pemerintah langsung menuduh Ikhwanul Muslimin yang ada di balik kekacauan tersebut. Dengan alasan ini, pemerintah Mesir menutup kantor-kantor Ikhwanul Muslimin dan banyak anggotanya yang dipenjara serta organisasi mereka juga dibubarkan.

Sementara sang pendiri Ikhwanul Muslimin, terbunuh sebagai syahid pada tahun 1948 di dekat perempatan Ramsis. Di suatu malam, ada tiga orang yang menembakkan senjatanya ke arah Hasan Al-Banna dan mereka langsung melarikan diri. Oleh banyak kalangan, para penembak misterius ini diyakini sebagai penembak 'titipan' pemerintah. Dua dari mereka adalah seorang intel dan satunya lagi adalah Muhammad Abdul Majid yang menjabat sebagai kepala Keamanan Negara Mesir saat itu.

Hasan Al-Banna kemudian dilarikan ke rumah sakit. Karena adanya ancaman yang keras dari pemerintah, orang-orang tidak ada yang berani mendekati dan membalut lukanya. Akibatnya, dua jam setelah penembakan terhadap dirinya, Hasan Al-Banna meninggal dunia tanpa ada yang memberinya pertolongan. Dia hanya dishalati oleh bapak dan keempat saudara perempuannya.

Sebelumnya, pemerintah memadamkan listrik terlebih dahulu di desanya. Pemerintah bersedia menyerahkan jenazah kepada keluarganya, dengan syarat mereka tidak akan mengumumkan berita duka. Jenazah kemudian dibawa oleh ayah dan saudara-saudaranya. Proses pemakaman jenazah dilakukan dalam suasana yang sangat mencekam dan dengan dikelilingi oleh tank-tank. Kuburannya dijaga ekstra ketat oleh tentara agar para pengikut Hasan Al-Banna tidak memindahkan jenazahnya.

Kepergian Hasan Al-Banna pun menjadi duka berkepanjangan bagi umat Islam. Ia mewariskan sejumlah karya monumental, di antaranya Mudzakkirat Ad-Du'at wa Ad-Da'iyyah (Catatan Harian Dakwah dan Da'i) serta Ar-Rasail (Kumpulan Surat-surat). Selain itu, Hasan Al-Banna mewariskan semangat dan teladan dakwah bagi seluruh aktivis dakwah saat ini. berbagai sumber/dia

Wirid Al-Ma'tsurat

Al-Ma'tsurat adalah salah satu karya yang pernah disusun oleh Hasan Al-Banna. Risalah kecil berupa wirid, doa, yang diambil dari sejumlah surah dalam Alquran ini, sangat populer di kalangan kaum Muslimin di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Bahkan, wirid-wirid yang terkandung di dalamnya dijadikan sebagai amalan harian wajib bagi para pengikut kelompok Ikhwanul Muslimin dan kebanyakan para aktivis pergerakan Islam di Indonesia.

Bacaan doa dan wirid yang terdapat dalam kitab Al-Ma'tsurat ini merupakan bagian dari amalan-amalan tarekat Shufiyyah Hashshofiyyah, di mana Hasan Al-Banna telah menjadi salah satu pengikutnya sejak usia muda. Semasa hidupnya, ia selalu mengamalkan ritual-ritual tarekat Hashshofiyyah tersebut, seperti Wazhifah (wirid) Rozuqiyyah setiap pagi dan petang. Tak hanya mengamalkan Wazhifah Rozuqiyyah, bahkan dia juga mengikuti ritual Hashshofiyyah di kuburan-kuburan dengan cara menghadap kepada sebuah kuburan, yang terbuka dengan tujuan untuk mengingat kematian, kemudian ritual Hadhroh setelah shalat Jumat, dan ritual Maulid Nabi.

Namun, menurut Ustaz Abu Ahmad sebagaimana dikutip dari Majalah Al-Furqon Edisi 06 Tahun VI edisi Februari 2007, beberapa di antara doa-doa dan zikir-zikir dalam Al-Ma'tsurat ini ada yang lemah dalilnya atau bahkan tidak ada asalnya sama sekali. Di samping itu, di dalam risalah Al-Ma'tsurat ini banyak wirid-wirid lain yang sahih lafaznya, tetapi bidah dari segi kaifiyyat-nya (tata cara), karena memberikan bilangan bacaan-bacaannya yang tidak pernah ada tuntunannya dari Rasulullah SAW.

Pada akhir Al-Ma'tsurat ini tercantum Doa Rabithah yang berbunyi: ''Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihi al-quluuba qadijtama'at 'alaa mahabbatika waltaqat 'alaa thaa'atika watawahhadat 'alaa da'watika wa ta'aahadat 'alaa nushrati syarii'atika fawassiq allahumma raabithhaa wa adim wuddahaa.'' (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan kecintaan hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari'at-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya Ya Allah, abadikan kasih sayangnya.''

Mengenai Doa Rabithah ini, Syekh Ihsan bin Ayisy Al-Utaibi berkata: ''Di akhir Al-Ma'tsurat terdapat wirid rabithah ini adalah bidah shufiyyah, yang diambil oleh Hasan Al-Banna dari tarekatnya, Hashshofiyyah.'' (Kitab TarbiyatuI Aulad fil Islam li Abdullah Ulwan fi Mizani Naqd Ilmi, hal 126)

Karena itu, di antara para ulama ada yang berpendapat bahwa kitab ini tidak layak dijadikan pegangan di dalam wirid-wirid keseharian seorang Muslim, mengingat banyaknya hal-hal yang bidah yang terdapat dalam Al-Ma'tsurat ini. Para ulama ini menganjurkan agar kaum Muslimin memilih kitab-kitab zikir lainnya, yang mengacu kepada doa dan zikir yang shahih dari Nabi SAW. dia/taq/berbagai sumber

Read More

Posted on 4:29 AM

Ramadhan Menjadi Bulan Anti Yahudi di TV Timur Tengah

Kaum Yahudi seluruh dunia boleh gerah dan mencak-mencak dengan hal ini, pasalnya kebanyakan negeri-negeri Muslim khususnya di kawasan Timur Tengan - pada bulan Ramadhan ini menyiarkan siaran yang banyak mengecam Israel dan Yahudi.

Umat Islam seluruh dunia menjalankan ibadah puasa selama siang hari di bulan Ramadhan dan mereka akan berkumpul di rumah pada sore hari untuk berbuka puasa bersama. Kementrian propaganda Arab memanfaatkan potensi besar penonton ini untuk menyiarkan acara TV dengan berbagai program utama mereka termasuk di dalamnya program acara TV yang diproduksi secara khusus terkait tentang anti-Israel.

Program khusus tentang Israel dan Yahudi menduduki peringkat teratas di antara media-media Arab, dan setiap tahun stasiun-stasiun TV yang dikontrol oleh pemerintah di seluruh Timur Tengah menyiarkan program siaran yang bertema seputar pengkhianatan yang dilakukan oleh Israel atau Yahudi terhadap umat Islam dan dunia pada umumnya.

Menurut lembaga peneliti media Timur Tengah (MEMRI), yang biasa memonitor media-media di dunia Arab, menyatakan bahwa untuk tahun ini Iran telah menyiarkan sebuah program acara berseri yang diprduksi oleh Suriah yang berjudul "Al-Shatat".

Dalam acara "Al-Shatat" diceritakan bagaimana para bankir Yahudi terutama keluarga Rothchilds - datang untuk mendominasi perbankan internasional dan dunia. Dengan mengucapkan beberapa baris karakter khas dari Yahudi seperti : "Semua bangsa-bangsa yang tidak menerima keyakinan Yahudi harus di musnahkan dan di hancurkan, dan "kita telah diberikan kehormatan yang tak tertandingi - untuk mendominasi dunia, dengan menggunakan kapital, ilmu pengetahuan, politik, dengan cara membunuh atau menggunakan taktik-taktik licik lainnya,".

Serial dokumenter "Al-Shatat" yang berjumlah 30 episode ini terbukti menarik dan menjadi peringkat tertinggi di negara-negara Arab di seluruh Timur Tengah termasuk Yordania.

Sedangkan di Mesir, tak kurang dari lima serial TV baru yang disiarkan di TV Mesir tahun ini berputar di sekitar Israel dan Yahudi. Salah satunya berjudul "The Spy Wars" yang bercerita tentang Samia Fahmy, seorang Mesir yang diduga direkrut oleh Mossad, tapi malah "ditipu" oleh orang-orang Israel yang mencoba untuk merekrut dia dan akhirnya membawa dirinya ditangkap oleh aparat Mesir.

Serial TV yang lain, yang berjudul "My Heart is My Proof" bercerita tentang seorang penyanyi Yahudi kelahiran Mesir bernama Layla Murad, dia menjadi bintang terkenal Mesir, namun tuduhan bahwa dia diam-diam mendukung Israel, membuat kepopulerannya jatuh di banyak dunia Arab. Program lain, "The Second Gate," bercerita tentang seorang ibu yang anaknya diculik dan dibawa ke Israel.(fq/inn)

Read More

Posted on 2:29 AM

Eropa 2050: Benua Islam Terbesar di Dunia

Jumat, 31/07/2009 11:39 WIB

Entah ini sesuatu yang dilebih-lebihkan ataukah memang sebuah perkiraan belaka. Bisa juga sebuah kabar bagus. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa ini adalah upaya untuk “menyadarkan” orang-orang di seluruh Eropa akan keberadaan umat Islam di benua mereka agar bisa mengantisipasinya dan menyebarkan Islamofobia. Tapi hampir semua pihak mengeluarkan pernyataan yang sama. Baik gereja, pemimpin dunia, media, dan bahkan para analisis, bahwa pada tahun 2050, Eropa akan menjadi benua umat Muslim. Benarkah?

Dalam beberapa tahun belakangan ini, populasi umat Muslim di Eropa memang luar biasa. Di tengah hantaman gelombang isyu Islam itu teroris, orang-orang Barat malah berbondong-bondong ingin mengenal Islam. Begitulah, jika Anda menyatakan sesuatu terlarang, maka orang dengan sendirinya akan semakin mendekati yang Anda larang tersebut. Apalagi jika itu berhubungan sebuah institusi kebenaran.

Saat ini, diperkirakan Eropa dihuni oleh kurang lebih 50 juta penduduknya yang beragama Islam. Tentu saja, walaupun hanya sepertiga dari jumlah Muslim penduduk suatu Negara yang mempunyai pemeluk Islam terbesar di dunia, tetapi Muslim di Eropa mempunyai perbedaan yang sangat besar. Antara lain, mereka memeluk Islam lebih banyak karena kesadaran mereka sendiri, bukannya factor keturunan.

Dalam sejarahnya, Islam menyebar melalui Afrika Utara, melintasi selat Gibraltar ke Spanyol. Dari sini, Islam terus memasuki Austria, dan selanjutnya pada akhir abad 1800, Islam tak terbendung lagi memasuki Eropa. Hari ini, Islam menyebar dengan cara yang luar biasa.

Kajian statistik menunjukan bahwa angka kelahiran sebuah keluarga di Eropa merupakan sesuatu yang esensial. Sejarah menunjukkan bahwa jika angka kelahiran sebuah Negara di bawah 1,9 maka Negara itu akan jatuh. Sekarang Prancis mempunyai angka kelahiran 1.8, Inggris 1,6, Yunani 1,3, Italia 1,2, dan Spanyol 1,1. Angka kelahiran di Negara-negara 31 negara Eropa lainnya jika dirata-ratakan akan mencapai 1,38.

Tapi kedatangan imigran Muslim tak bisa lagi memprediksikan angka kelahiran di Eropa. Jumlahnya makin meningkat. Misalnya saja di Prancis, angka kelahiran di Negara ini mencapai 1,8 untuk seluruh penduduknya, namun 8,1 untuk angka kelahiran setiap keluarga Muslim.

Pada tahun 2027, satu dari lima orang Prancis sudah bisa diprediksi sebagai Muslim. Dengan angka seperti ini, 39 tahun ke depan, Prancis sudah diperkirakan menjadi Negara penganut Islam terbesar. Di Belanda, 25% penduduknya adalah Muslim. 50% dari kelahiran bayi baru berikutnya juga Muslim. Sedangkan di Russia ada 23 juta Muslim, dan hanya dalam waktu dekat, 40% dari tentara Russia akan menjadi Muslim juga.

Pemerintah Jerman adalah yang pertama menyuarakan perubahan dramatis ini. Mereka memperkirakan, pada 2025, German akan menjadi sebuah negara yang berpenduduknya mayoritas Muslim.

Jumlah 52 juta Muslim di Eropa sekarang ini diperkirakan akan berlipat ganda pada 24 tahun mendatang. Sejak tahun 1990, diperkirakan 90% dari pertumbuhan adalah Muslim. Pada 2050, Eropa akan menjadi benua yang penuh dengan umat Muslim.

Di Kanada, angka kelahirannya adalah 1,6. Antara tahun 2001 dan 2006, populasi Kanada meningkat sampai 1,6 juta. 1,2-nya merupakan Muslim. Islam memang menjadi agama yang paling cepat tersebar di negara ini. Sedangkan di AS, angka kelahirannya juga sama 1,6. Jika populasi penduduk Latin disertakan maka angkanya menjadi 2,2. Tahun 1970, hanya ada 100.000 orang Islam di AS. Sekarang jumlahnya menjadi 9 juta orang. Dalam 30 tahun ke depan, diperkirakan aka ada 50 juta Muslim di AS.

Perubahan perkiraan demografi ini jelas akan membawa perubahan tersendiri di suatu negara. Hukum, institusi, dan pemerintah akan ikut berganti mengikuti perubahan politik, dan perubahan politik akan senantiasa mengikuti arus besar massa itu sendiri. Akankah 2050, Eropa menjadi benua dengan pemeluk Islam terbesar? Wallohu alam bi shawwab. (sa/ciafact/nlsnprc)

Read More

Posted on 2:29 AM

Islam Pop Eropa: Muda, Trendi, dan Sangat Religius

Rabu, 09/09/2009 16:04 WIB

Islam Pop. Begitulah istilah yang dipakai untuk merepresentasikan Islam di Eropa. Terutama generasi mudanya. Gambaran mereka berbeda jauh dengan imej para imigran. Muslim-Muslim muda sukses, teritengrasi, dan sangat relijius—santun dan bersih.

Mereka berbicara bahasa dimana mereka tinggal lebih baik daripada orang tuanya. Mereka disebut-sebut sebagai simbiosis dari Islam dan modernitas masa kini yang dilihat jelas dari gaya hidup mereka.

Peran Amr Khaled

Islam Pop sendiri ditujukan sebagai gaya hidup anak-anak muda Muslim Eropa tersebut. Akar gerakan ini berasal dari dunia arab. Mereka merupakan implementasi gaya hidup kaum Salafi yang disesuaikan dengan kekinian zaman. Mereka mengenal Amr Khaled, seorang artis asal Mesir, namun mereka tidak mengaguminya secara berlebihan.

Amr Khaled sendiri bisa dikatakan sebagai model teladan anak muda Muslim Eropa. Ia mengatakan bahwa anak-anak muda Muslim Eropa harus berbaur dengan lingkungan sosialnya, namun jangan sekalipun meninggalkan ajaran Islam. “Inilah jihad sipil kita.” Ujarnya gagah. “Tujuan kita adalah merepresentasikan imej Islam di Eropa.”

Moderat oleh standar Muslim, tegas karena standar Barat

Gaya hidup Islami yang dijalankan oleh generasi Pop Islam Eropa ini sangat jelas terlihat modern, namun mereka sama sekali tidak liberal. Sebaliknya, mereka sangat konservatif, dan memegang nilai-nilai Islam yang luhur: mereka tidak menghadiri konser-konser band metal atau hip-hop, tidak berpacaran, menjauhi ikhtilat (campur baur dengan lawan jenis), tidak pergi ke prom-nite, dan yang perempuannya mengenakan jilbab.

Walaupun berakar dari gerakan Salafi, namun generasi Muslim Pop sendiri berusaha untuk tidak menerapkan beberapa aturan dan ketentuan Salafi yang kaku. Namun mereka masih sangat sedikit, dan mereka disebut sebagai “Muslim avant-garde” atau “Muslim garda depan.”

Perwakilan Dunia Islam Eropa Baru

Jika saja bukan karena perilaku santun dan ibadah mereka, sangat sulit membedakan mereka dengan remaja Eropa lainnya yang mayoritas Kristen dan remaja Yahudi.

Jika mereka muncul di televisi, koran, majalah, atau media-media lainnya, mereka selalu dengan tegas mengatakan dengan tersenyum, “Saya seorang Muslim dan trendi.” Remaja Muslim ini jelas ingin mengenyahkan tudingan teroris yang diidentikan dengan Islam selama ini.

Mereka sangat aktif secara sosial. Mereka terlibat dengan remaja lainnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, dan kerap membantu orang yang kecanduan narkoba dan juga mempunyai agenda khusus dalam membantu mereka yang tak punya rumah.

Minim Kritik

Penampilan mereka sangat keren, untuk ukuran remaja, tapi mereka tidak terlihat hedonis ataupun liberal. Mereka tidak ikut dalam kursus renang di tempat umum, dan mereka jarang sekali ikut dalam tur sekolah yang hanya hanya hura-hura saja sifatnya.

Tampak jelas sebuah generasi budaya yang muda sedang tumbuh di Eropa, dan tak ada kontradiksi antara menjadi anak muda yang taat pada agamanya dengan menjadi seorang warga negara yang baik.

Anak-anak muda ini jelas telah membuat lingkungan Barat mereka jatuh hati. Bagaimana tidak, sementara anak-anak mereka melakukan seks bebas, mengonsumsi narkoba, tersendat dalam prestasi akademik, anak-anak muda Muslim ini timbul ke permukaan. Tidak heran jika banyak pengamat Barat mengatakan bahwa 40 tahun ke depan, Eropa akan menjadi benua Muslim terbesar di dunia. Duta besarnya sekarang adalah mereka generasi Pop Islam. (sa/altmslm)

Read More

Posted on 2:25 AM

Sosok Pembaharu Bukanlah Pengacau Agama Politikus atau Pemberontak

penulis Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari
Syariah Hadits 24 - Maret - 2006 20:26:38

Sulaiman ibnul Asy’ats As-Sijistani yg lbh dikenal dgn kunyah Abu Dawud rahimahullahu berkata: Sulaiman bin Dawud Al-Mahri telah menyampaikan kepadaku ia berkata: Ibnu Wahb telah menyampaikan kepadaku ia berkata: Telah mengabarkan kepadaku Sa’id bin Abi Ayyub dari Syarahil bin Yazid Al-Ma’afiri dari Abu ‘Alqamah dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau pernah bersabda:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْعَثُ لِهَذِهِ اْلأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِئَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِيْنَهَا

“Sesungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus bagi umat ini di penghujung tiap seratus tahun seseorang yg mentajdid agama umat ini.”
Hadits ini Diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud As-Sijistani rahimahullahu dlm Sunan- no. 4291. Dikeluarkan pula oleh Al-Imam Abu ‘Amr Ad-Dani dlm As-Sunan Al-Waridah fil Fitan no. 364 Al-Imam Al-Hakim dlm Mustadrak- 4/522 dan selain mereka seperti Al-Imam Al-Baihaqi Al-Khathib dan Al-Harawi.
Asy-Syaikh Al-’Allamah Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu menshahihkan hadits ini dlm Shahih Abi Dawud Ash-Shahihah no. 599 dan Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir no. 1874. Beliau berkata: “Sanad hadits ini shahih para perawi tsiqah merupakan perawi yg diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu .”
Beliau juga mengatakan: “: Al-Imam Ahmad rahimahullahu mengisyaratkan shahih hadits ini. Adz-Dzahabi menyebutkan dlm Siyar A’lam An-Nubala` : “Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu dari beberapa jalan periwayatan dari beliau: Sesungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala mendatangkan bagi manusia di penghujung tiap seratus tahun seseorang yg mengajari mereka sunnah-sunnah dan meniadakan/ menolak kedustaan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam” Al-Imam Ahmad rahimahullahu berkata lagi: “Maka kami pun melihat orang yg demikian sifat ternyata pada akhir seratus tahun orang itu adl Amirul Mukminin ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu dan pada akhir seratus tahun berikut orang itu adl Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu.”

Makna Hadits
Yang dimaksud dgn umat dlm sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg mulia:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْعَثُ لِهَذِهِ اْلأُمَّةِ

“Sesungguh Allah ‘Azza wa Jalla mengutus bagi umat ini”
kata Al-Qari adl ummat ijabah namun memungkinkan juga dimasukkan ummat dakwah . Kata Al-Munawi rahimahullahu yg dimaukan dlm hadits ini adl ummat ijabah dgn dalil disandarkan kata ad-din kepada mereka dlm ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Adapun maksud dari ucapan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِئَةِ سَنَةٍ

“di penghujung tiap seratus tahun” adl akhir dari seratus tahun atau awal ketika sedikit ilmu dan sunnah di tengah umat sebalik kejahilan menyebar dan banyak kebid’ahan. Namun yg tepat yg dimaukan dlm hadits ini adl akhir dari seratus tahun bukan awalnya. Dengan bukti dari Al-Imam Az-Zuhri dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal serta selain kedua dari kalangan para imam yg terdahulu maupun yg belakangan rahimahumullah. Mereka sepakat bahwa mujaddid yg muncul pada akhir seratus tahun yg pe rtama1 adl Amirul Mukminin ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu. Dan seratus tahun yg kedua2 adl Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu. Sementara ‘Umar bin Abdil ‘Aziz wafat pada tahun 101 H dlm usia 40 tahun dan masa kekhilafahan beliau 25 tahun. Sedang Al-Imam Asy-Syafi’i wafat pada tahun 204 H dlm usia 54 tahun.
Al-’Allamah Al-Muhaddits Al-Munawi rahimahullahu berkata: “Dimungkinkan perhitungan seratus tahun itu dari kelahiran Nabi bi’tsah hijrah beliau ke Madinah atau wafat beliau. Bila ada yg mengatakan bahwa yg kedua lbh dekat/tepat mk pendapat itu tdk jauh dari kebenaran. Akan tetapi As-Subki dan lain secara jelas menyatakan bahwa yg dimaukan adl yg ketiga .
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِيْنَهَا

“Seseorang yg mentajdid agama umat ini” yakni orang itu menerangkan tentang As-Sunnah sehingga jelas mana yg bid’ah. Ia menyebarkan ilmu menolong ahlul ilmi mematahkan dan merendahkan ahlul bid’ah.
Jumlah mujaddid yg Allah Subhanahu wa Ta’ala tampilkan dlm tiap kurun bisa jadi hanya satu namun bisa pula berbilang. Mujaddid tersebut harus merupakan seorang alim yg mengetahui ilmu agama secara dzahir maupun batin. Demikian faidah yg diambil dari ucapan Al-Munawi.
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullahu berkata: “Pemahaman yg menyatakan bahwa jumlah mujaddid di tiap kurun itu bisa berbilang lbh dari satu memiliki sisi kebenaran. Karena terkumpul sifat-sifat yg dibutuhkan utk men-tajdid perkara agama ini tdk dapat dibatasi pada satu jenis kebaikan saja. Dan tdk mesti seluruh perangai kebaikan dapat terkumpul pada satu orang kecuali bila orang itu semacam ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu krn beliau bangkit menegakkan perkara agama ini pada akhir seratus tahun yg pertama dlm keadaan beliau mempunyai seluruh sifat-sifat kebaikan dan terdepan dlm sifat-sifat tersebut. Karena itu Al-Imam Ahmad rahimahullahu memutlakkan bahwa ahlul ilmi membawa hadits tersebut atas ‘Umar bin Abdil ‘Aziz . Adapun setelah adl Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu. Walaupun Al-Imam Asy-Syafi’i memiliki sifat-sifat yg bagus namun beliau bukan orang yg menegakkan perkara jihad dan bukan orang yg memegang kekuasaan yg dapat memerintah/menghukumi dgn adil.3 Berdasarkan hal ini mk tiap alim yg memiliki salah satu sifat-sifat yg demikian di penghujung seratus tahun mk dialah mujaddid yg diinginkan baik jumlah berbilang atau hanya satu.”
Makna tajdid sendiri adl menghidupkan apa yg telah terkubur ataupun runtuh berupa pengamalan terhadap Al-Qur`an dan As-Sunnah. Ataupun menghidupkan hukum-hukum syariat yg telah runtuh dan bendera-bendera As-Sunnah yg telah hilang dan ilmu-ilmu agama yg dzahir maupun batin yg telah tersembunyi.4
Seorang mujaddid bukanlah seorang pengacau agama. Makna inilah yg dipahami kebanyakan orang bahwa mujaddid adl seseorang yg mengajarkan jalan baru dlm agama yg sebenar lbh pantas dikatakan pengacau agama. Seperti kesalahpahaman orang Indonesia yg menyatakan Nurcholish Madjid sebagai mujaddid ataupun Muhammad ‘Abduh dan Jamaluddin Al-Afghani yg dianggap sebagai mujaddid. Bukan pula mujaddid adl seorang politikus sebagaimana anggapan sebagian orang bahwa mujaddid adl seorang politikus ulung seperti yg dikatakan orang terhadap Abul A’la Al-Maududi ataupun Dr. Taqiyuddin An-Nabhani pendiri Hizbut Tahrir. Demikian pula mujaddid bukanlah seorang pemberontak yg memberontak terhadap pemerintah dan negara seperti yg dikatakan orang terhadap Hasan Al-Banna Sayyid Quthb atau Sa’id Hawa. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa seorang mujaddid tidaklah membawa agama baru pemikiran baru atau jalan baru. Tetapi ia mengajak manusia utk kembali kepada agama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg murni setelah mereka melupakan agama Nabi mereka dan tenggelam dlm kebodohan kebid’ahan dan kesesatan.

Penjagaan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap Agama ini di antara dgn Menampilkan para Mujaddid
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah lama wafat namun agama beliau tetap terjaga sampai hari ini dan sampai nanti ketika datang hari kiamat. Al-Qur`an yg diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada beliau tetap murni sebagaimana saat diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kali yg pertama. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan pemeliharaan sebagaimana firman-Nya:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ

“Sesungguh Kamilah yg menurunkan Adz-Dzikra dan Kami juga yg akan menjaganya.”
Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata: “Tidaklah dipalingkan satu makna dari makna-makna Al-Qur`an kecuali Allah akan mendatangkan orang yg akan menerangkan al-haq yg nyata pada Al-Qur`an tersebut.”
Tidak hanya Al-Qur`an yg terjaga kemurnian namun juga Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg merupakan tafsir atau penjelasan dari Al-Qur`anul Karim. Para ulamalah yg dipilih Allah Subhanahu wa Ta’ala utk meneruskan dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seluruh alam krn mereka adl pewaris ilmu para Nabi. Dengan keberadaan mereka Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga agama-Nya.
Demikianlah setelah diutus Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Allah Subhanahu wa Ta’ala tdk membiarkan umat ini terus tenggelam dlm kebodohan lupa akan petunjuk dan bimbingan agamanya. Di tengah umat ini selalu ada orang2 yg Allah munculkan utk mengadakan perbaikan ketika manusia membuat kerusakan. Di tengah mereka mesti ada Ath-Tha`ifah Al-Manshurah Al-Firqatun Najiyah. Dan di tiap penghujung seratus tahun atau satu abad dari perjalanan waktu di tengah mereka mesti akan tampil seorang atau lbh ulama mujaddid yg akan mengajak mereka utk kembali kepada ajaran agama Islam yg murni seperti yg dibawa Nabi umat ini Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana kemunculan dipastikan dlm hadits yg telah kita bawakan di atas.

Al-Imam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu Sosok Pembaharu
Salah seorang sosok mujaddid yg Allah Subhanahu wa Ta’ala munculkan di abad ke-12 Hijriyyah atau bertepatan dgn abad ke-19 Masehi adl Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin ‘Ali At-Tamimi Al-Hanbali rahimahullahu yg bertempat di negeri Najd Saudi Arabia. Beliau lahir pada tahun 1115 H dan wafat pada tahun 1206 H. Banyak karya tulis yg berbicara tentang beliau yg disifati sebagai seorang peng-ishlah yg agung seorang mujaddid Islam seorang yg berada di atas petunjuk dan cahaya dari Rabb dan banyak lagi kebaikan-kebaikan yg sulit utk dihitung.
Syaikh Mujaddid ini disifati demikian tdk lain krn beliau seorang alim salafi dari sisi aqidah dan manhaj hingga pantas disifati dgn sifat-sifat kesempurnaan dan disebut dgn sebutan yg merupakan perangai kebaikan dan amal kebajikan. . Barakah dakwah beliau terus dirasakan oleh umat Islam sampai hari ini walaupun beliau telah wafat 221 tahun yg lalu . Tidak sebatas di negeri tetapi juga sampai ke seluruh negeri yg ada di berbagai belahan bumi ini termasuk pula negeri kita Indonesia. Kitab-kitab karya beliau tersebar ke segala penjuru negeri dibaca dipelajari dan dijadikan rujukan oleh para penuntut ilmu seperti kitab Al-Ushuluts Tsalatsah Kasyfusy Syubuhat Kitabut Tauhid Masa`ilul Jahiliyyah dan masih banyak lagi.
Para ulama setelah beliau banyak yg mensyarah karya-karya beliau menjadi satu atau beberapa kitab yg tebal. Satu hasil nyata dari dakwah beliau adl berdiri kerajaan tauhid Saudi Arabia dan tetap tegak sampai hari ini sebagai satu-satu negara yg mengibarkan bendera tauhid dan menyatakan perang terhadap kesyirikan. Walillahil hamdu .


Pada awal dakwah Syaikh yg mulia ini melihat kebodohan tersebar di seluruh negerinya. Beliau melihat manusia berbolak-balik menuju ke pelepah kurma dan kuburan utk memohon kepada penghuni kubur dan benda-benda mati dgn permintaan yg semesti tdk diminta kecuali kepada Pencipta langit dan bumi. Beliau melihat manusia meminta ampunan dan kesembuhan kepada penghuni kubur sebagaimana mereka juga dikuasai oleh ketakutan yg sangat terhadap para setan di mana hal itu membawa mereka utk berlindung kepada setan.
Saat berkeliling negeri utk menuntut ilmu beliau juga melihat umat Islam hidup dlm kejahiliyahan yg sama dgn umat di negerinya. Di samping itu beliau melihat Kitabullah tdk lagi menjadi rujukan dlm pengambilan hukum namun justru manusia berhukum dgn selain hukum Allah. Inilah fenomena yg mendorong Syaikh utk mengadakan perbaikan aqidah dan hukum sehingga hukum hanya milik Allah dan ibadah hanya ditujukan pada-Nya demikian pula mutaba’ah hanyalah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menyerang kejahiliyahan dan berseru dgn lantang kepada manusia bahwa mereka tdk di atas agama Islam sedikitpun.


Beliau pun mengajak mereka utk kembali kepada Islam yg hakiki beribadah kepada Allah saja tdk menyekutukan-Nya dgn sesuatu pun dan agar ketaatan hanya ditujukan kepada Rasul-Nya. Beliau mengajak mereka agar beribadah kepada Allah dgn ajaran yg dibawa oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa mengadakan-adakan perkara baru dlm agama dan agar hukum yg diambil dari Kitabullah dan Sunnah Rasul dijadikan sebagai pokok bukan sekedar pembungkus dlm pendapat-pendapat undangundang atau adat. Beliau membawa mushaf guna mengajak manusia agar kembali kepada merasa cukup dengan dan dgn As-Sunnah sebagai penjelas dan perinci apa yg global dlm Al-Qur`an.


Berawal dari sini bangkitlah orang2 yg mendukung kehidupan jahiliyyah. Mereka pun bereaksi dan berteriak bahwa Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab datang membawa agama baru dan menganut madzhab yg kelima. Namun Syaikh tetap berlalu dgn dakwah beliau tanpa mengindahkan apa yg mereka ucapkan dan sebarkan.


Banyak sumbangsih yg diberikan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu kepada kaum muslimin yg semesti disyukuri. Namun ada saja orang yg hasad kepada beliau atau orang yg dakwah berseberangan dgn dakwah yg beliau tegakkan. Mereka menyimpan kebencian kepada beliau bahkan menyebarkan ucapan-ucapan jelek dan tuduhan palsu tentang beliau dan dakwahnya. Sehingga tdk sedikit orang awam yg termakan ucapan mereka. Akibat beliau dibenci dan dicaci oleh mereka dan dakwah seperti yg beliau ajarkan dijauhi.
Ditempelkanlah gelar Wahabi kepada pengikut dakwah beliau seakan beliau dan pengikut dakwah beliau berjalan di atas selain jalan yg haq dan membentuk madzhab yg kelima dlm Islam. Padahal dakwah beliau adl dakwah kepada tauhid yg murni memperingatkan dari kesyirikan dgn seluruh jenis seperti bergantung kepada orang2 mati dan yg lain baik berupa pepohonan bebatuan dan semisalnya.


Dalam masalah aqidah beliau rahimahullahu berada di atas madzhab As-Salafus Shalih dlm fiqih beliau berpegang dgn madzhab Al-Imam Ahmad rahimahullahu sebagaimana ditunjukkan dlm kitab-kitab karya beliau fatwa-fatwa beliau dan kitab-kitab karya pengikut beliau dari kalangan anak dan cucu-cucu serta selain mereka.
Dengan demikian Wahabiyyah bukanlah madzhab kelima seperti anggapan orang2 bodoh dan orang2 yg benci. Dia hanyalah dakwah kepada aqidah salafiyyah dan memperbaharui apa yg telah roboh dari bendera-bendera Islam dan tauhid di jazirah Arab.

Aqidah dan Keyakinan Al-Imam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu
Tuduhan orang2 yg benci ataupun orang2 bodoh bahwa Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu membawa agama baru dan menyimpang dari ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tdk terbukti. Bahkan bukti yg ada menunjukkan bahwa beliau di atas al-haq dan dakwah yg beliau sampaikan adl dakwah yg haq mencocoki ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut ini kita bawakan aqidah yg beliau yakini guna menepis tuduhan dan membuang keraguan dari orang2 yg ragu.
Ketika penduduk Qashim menanyakan tentang aqidah beliau beliau menyatakan bahwa aqidah yg beliau yakini adl aqidah Al-Firqatun Najiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dan hal ini beliau amalkan dan jalankan selama hidup beliau. Aqidah tersebut berupa:


1. Iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kitab-kitab-Nya rasul-rasul-Nya kebangkitan setelah mati dan iman terhadap takdir yg baik maupun yg buruk.
2. Termasuk iman kepada Allah adl mengimani sifat-Nya yg yg disebutkan-Nya dlm kitab-Nya dan lewat lisan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa tahrif dan tanpa ta’thil tanpa takyif dan tamtsil .
3. Al-Qur`an adl Kalamullah yg diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan makhluk. Al-Qur`an berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akan kembali kepada-Nya.
4. Mengimani seluruh yg dikabarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa hal-hal yg terjadi setelah kematian fitnah dan ni’mat kubur dikembalikan ruh kepada jasad pada hari kiamat ada mizan dibagikan catatan amal para hamba ada telaga Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg air lbh putih dari susu rasa lbh manis daripada madu dan bejana sejumlah bintang-bintang di langit siapa yg meminum ia tdk akan haus selama-lamanya. Termasuk pula mengimani ada shirath yg dibentangkan di atas dua tepi Jahannam yg akan dilewati manusia sesuai kadar amal mereka. Mengimani ada syafaat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada surga dan neraka yg telah diciptakan dan sekarang telah ada. Dan mengimani bahwa kaum mukminin akan melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn mata kepala mereka pada hari kiamat.
5. Mengimani bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adl penutup para nabi dan rasul.
6. Meyakini bahwa shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg paling afdhal adl Abu Bakr kemudian ‘Umar dan ‘Utsman yg berikut kemudian ‘Ali. Setelah adl enam shahabat yg tersisa dari 10 shahabat yg dijanjikan masuk surga 5 lalu para shahabat yg mengikuti perang Badar berikut para shahabat yg berbai’at di bawah pohon .
7. Beliau berloyalitas kepada para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyebut mereka dgn kebaikan ridha kepada mereka memohonkan ampunan utk mereka menahan diri dari menyebut kesalahan mereka dan diam dari perselisihan yg pernah terjadi di antara mereka.
8. Sebagaimana beliau pun ridha kepada Ummahatul Mukminin radhiyallahu ‘anhunna.
9. Menetapkan ada karamah wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala.
10. Tidak mempersaksikan seseorang dari kaum muslimin dgn pernyataan ‘Fulan penduduk surga’ atau ‘Fulan ahlun nar ’ kecuali yg telah dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penduduk surga atau penduduk neraka.
11. Tidak mengkafirkan seseorang dari kaum muslimin krn dosa yg diperbuat dan tdk pula mengeluarkan dari lingkaran Islam.
12. Beliau memandang jihad tetap berlangsung bersama tiap imam/pemimpin yg baik ataupun yg fajir/jahat.
13. Boleh shalat berjamaah di belakang pemimpin yg jahat.
14. Wajib mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin yg baik ataupun yg fajir selama mereka tdk memerintahkan utk bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
15. Siapa yg memegang khilafah manusia berkumpul dan ridha pada atau ia menguasai mereka dgn pedang hingga menjadi khalifah mk ia wajib ditaati dan haram memberontak padanya.
16. Beliau berpandangan harus memboikot ahlul bid’ah dan memisahkan diri dari mereka sampai mau bertaubat. Kita menghukumi mereka secara dzahir adapun batin mereka diserahkan urusan kepada Allah.
17. Meyakini bahwa tiap perkara yg diada-adakan dlm agama ini merupakan bid’ah.
18. Iman adl ucapan dgn lisan amalan dgn anggota badan dan pembenaran dgn hati bisa bertambah dgn ketaatan dan berkurang dgn maksiat.
19. Beliau memandang wajib amar ma’ruf nahi mungkar sesuai bimbingan syariat. (Lihat Qathul Janiyil Mustathab Syarhu ‘Aqidah Al-Mujaddid Muhammad bin Abdil Wahhab)


Demikianlah aqidah yg dianut oleh Syaikh Mujaddid tersebut yg secara jelas menggambarkan beliau adl seorang sunni salafi yg berjalan di atas jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam para shahabat tabi’in atba’ut tabi’in yakni jalan As-Salafush Shalih. Semesti tdk ada lagi keraguan akan kebenaran dakwah beliau setelah ada penjelasan ini. Dan silahkan gigit jari orang2 yg benci dan hasad kepada beliau dan kepada dakwah tauhid yg haq ini.
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

1 Abad pertama Hijriyyah
2 Abad kedua Hijriyyah
3 Sebagaimana semua itu ada pada diri Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu
4 ‘Aunul Ma`bud pada kitab Al-Malahim bab Ma Yudzkaru fi Qarnil Mi`ah dan mukaddimah Faidhul Qadir 1/10.
3 Sebagaimana semua itu ada pada diri Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu
4 ‘Aunul Ma`bud pada kitab Al-Malahim bab Ma Yudzkaru fi Qarnil Mi`ah dan mukaddimah Faidhul Qadir 1/10.

Sumber: www.asysyariah.com

Read More

Posted on 2:18 AM

Mas, Islam Itu Indah, Ya!

Oleh Pepih Nugraha - 9 September 2009 - Dibaca 2085 Kali -

“Mas, Islam itu indah, ya!” Kalimat itu meluncur begitu saja dari seorang rekan sekantor saat kami sama-sama berada di dalam kendaraan beberapa waktu lalu. Rekan sekerja saya ini seorang gadis belia yang bekerja sebagai AE, belum satu tahun di kantor dimana saya bekerja. Yang mengentak kesadaran saya adalah, gadis itu Nasrani. Radar pikiran saya pun langsung mendeteksi dan menangkap sesuatu yang menarik, kok ya dia bisa menilai demikian. “Memangnya kenapa?” tanya saya.

Rupanya dia terkesan dengan suasana bulan puasa ini. Selama bulan puasa ini dia mengatami prilaku orang berbuka puasa di jalanan. Dia terkesan bagaimana saat beduk tiba dan adzan maghrib siap berkumandang, para pengendara sepeda motor berhenti di jalan. Mereka saling berbagi sekerat makanan untuk ta’jil, entah itu sebiji kurma atau sekerat roti. Kadang minuman pun dibagi pula. Pokoknya mereka berhenti dan benar-benar dibimbing karena kesadaran harus menyegerakan berbuka puasa. Nilai solidaritas yang disebut ukhuwah Islamiyah menampilkan bentuknya yang menyejukkan di sini.

Saya bercerita kepada gadis itu mengenai prilaku Muslim saat berada di masjid, saat hendak sholat, saat memasuki masjid, saat keluar masjid, saat antri berwudlu, saat mencari tempat untuk salat, yang seluruhnya dilakukan dengan sangat tertib. Tidak ada yang saling dorong saat keluar masjid bersamaan, apalagi saat memasuki masjid. Yang mendapat shof paling depan tidak harus orang berpangkat dan kaya, orang biasa pun bisa duduk langsung di shof depan, asalkan tidak menempati tempat imam. Yang punya kedudukan dan hartawan tidak harus mencak-mencak hanya karena tidak mendapat tempat bersujud di shof depan. Sesama muslim di masjid bersalam-salaman tanda persaudaraan yang tulus.

“Kok bisa ya, Mas?” tanyanya memendam heran.

Saya bilang, ya karena sudah dari sononya memang begitu. Mereka, sebagaimana saya, memang tertib kalau di mesjid. Hanya, sambung saya lagi, kadang sikap tertib ini seringkali tidak dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Well, saya sedikit otokritiklah! Kadang saat berkendara saja, saya bilang, kebanyakan pengendara saling serobot, tidak sabar, kadang menyemburkan makian. Pengendara motor merasa menjadi raja jalanan. Pengendara mobil dengan egonya sering memepetkan moncong kendaraan ke ekor kendaraan di depannya agar tidak dipakai lewat pengendara motor. Pengendara sepeda motor kadang menghalangi jalannya mobil. Egois jadinya.Ada yang lebih parah, pengendara motor kalau kesenggol urusannya jadi “Kelas”: si kaya nyenggol si miskin! Padahal, siapa tahu sopir mobil itu semata sopir upahan majikannya yang tidak lebih kaya dari si pengendara sepeda motor.

Saya menjadi berpikir, apakah rekan sekerja saya ini sekedar memancing saya dengan pertanyaan “Kok bisa ya, Mas?” itu, padahal masih ada kelanjutannya, “Mengapa hal itu tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?!” Saya pikir, dia gadis Nasrani yang tahu diri. Justru dari sayalah pertanyaan “Mengapa hal itu tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari” itu muncul. Ah, nanti kalau dia bicara demikian dikira tulisan bermuatan SARA lagi!

Saya memang merasakan kesejukan yang sama seperti dikatakan rekan saya itu saat masih berada dalam perjalanan. Saat itu bedug sudah bertalu-talu dan adzan di radio mobil sudah berkumandang. Saya melihat beberapa anggota masyarakat membag-bagikan makanan dan minuman mineral gelas plastik yang sudah dibungkus rapi. Dengan sopan mereka menyodorkan kepada saya yang kebetulan berada di belakang kemudi kendaraan. “Untuk ta’jil, Pak, silakan!” Tentu saja mengambilnya. Allohuma laka sumtu… Seteguk air mineral kemasan botol plastik mengaliri kerongkongan saya yang kering. Nikmat luar biasa!

Kembali ke soal tertib Muslim saat berada di dalam mesjid, saya teringat satu buku bagus berjudul Haji. Ditulis oleh Michael Wolfe dan diterbitkan Serambi. Ini buku kesaksian seorang mualaf yang terpana betapa tertibnya orang berhaji; jutaan orang datang ke Mekkah dari berbagai penjuru dunia, tetapi mengelilingi Kabah dalam satu pusaran yang sama, menghadap ke satu titik yang sama, berdoa dengan bahasa yang sama, dan segalanya dilaksanakan dengan tertib.

Alangkah indahnya kalau ketertiban di mesjid ini juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ya, setidak-tidaknya saya mencobanya sendiri saja!

Read More

Posted on 2:17 AM

Masjid Al Mubarok Miliki Daya Magis Saat Ramadan

Samsul Hadi - detikRamadan
Gambar
Foto : dok detikcom
Kediri -Masjid Al Mubarok di Desa Kacangan, Kecamatan Brebek, satu diantara sejumlah peninggalan bersejarah di Kabupaten Nganjuk. Terdapat beberapa keunikan pada bangunan tersebut. Diantaranya arsitektur menyerupai bangunan pura serta kemunculannya yang tidak diketahui oleh warga sekitar.

Bangunan Masjid Al Mubarok diketahui berdiri sejak tahun 1745 M. Saat itu Kabupaten Nganjuk dipimpin bupati pertamanya Raden Tumenggung Sosro Kusuma Kantjeng. Tidak diketahui secara pasti, siapa yang mendirikan bangunan masjid.

"Makanya masjid ini disebut tiban. Wallohualam, siapa yang membangun sampai sekarang juga tidak ada yang tahu," kata Anggota Takmir Masjid Al Mubarok Sofwan saat ditemui di serambi masjid, Rabu (9/9/2009).

Selain memiliki daya tarik, Masjid Al Mubarok juga mempunyai sejumlah keunikan lainnya. Diantaranya, arsitektur bangunan menyerupai pura, ornamen ukiran yang tidak didominasi oleh kaligrafi tulisan arab, melainkan gambar-gambar naga dan ciri khas ukiran pura lainnya.

"Kalau soal itu, cerita dari sesepuh karena dulunya mayoritas warga di sini menganut agama Hindu. Mungkin juga, pendiri masjid ini ingin penyebaran agama Islam menjadi mudah," ujar Sofwan.

Tak hanya ornamen ukiran, kemiripan Masjid Al Mubarok dengan pura juga tampak dengan adanya sebuah lingga yoni di bagian depan pelataran masjid. Meski berbeda dengan fungsi semestinya dari lingga yoni, saat ini di pelataran Masjid Al Mubarok, bebatuan itu dijadikan alat bantu penentu datangnya waktu salat.

Masjid Al Mubarok diakui juga memiliki daya magis yang tidak dapat dinalar oleh akal sehat manusia. Diantaranya keberadaan bedug yang pernah dipindahkan ke Alun Alun Nganjuk, namun kembali dengan sendirinya.

"Memang pernah dulu seperti itu dan sejak saat itu tidak pernah lagi dipindahkan. Jadi saat itu dipindahkan untuk disimpan dan dilestarikan, tapi tidak tahunya baru 2 hari dipindahkan langsung kembali ke tempatnya," jelas Imam Muslim, salah satu anggota takmir lainnya.

Daya magis lain yang terdapat di Masjid Al Mubarok yakni padatnya jumlah jamaah iktikaf di setiap malam bulan Ramadan. Serambi dan halaman masjid selama ini diakui menjadi tempat mujarab memanjatkan doa dan menemukan malam lailatul qodar.

"Kalau soal itu bukan cerita lagi, tapi sudah banyak yang membuktikan. Coba nanti kalau sudah masuk maleman, sampeyan ke sini dan lihat, jamaahnya tidak hanya dari Nganjuk, tapi sampai Madiun dan Ponorogo juga ada," pungkas Imam. Read More

Posted on 2:15 AM

Walikota London: Mau Tahu Tentang Islam, Coba Puasa Saat Ramadan

Rabu, 09/09/2009 13:33 WIB
Nograhany Widhi K - detikRamadan
Gambar
Boris Johnson (Reuters)London -
Walikota London Boris Johnson mengimbau warganya untuk lebih mengerti dan memahami kehidupan komunitas Islam di saat bulan Ramadan. Salah satunya mencoba berpuasa sehari saja di bulan puasa ini.

"Di bidang teater, komedi, olahraga, musik atau politik, umat Muslim menantang stereotip tradisional dan ingin menunjukkan bahwa mereka, ingin menjadi bagian dari komunitas mainstream," ujar Johnson saat mengunjungi Masjid East London dan London Muslim Centre seperti dilansir dari telegraph.co.uk, Rabu (9/9/2009).

Menurutnya, kaum Muslim menjadi jantung segala aspek komunitas di London. Kontribusi umat Muslim memberikan banyak keuntungan bagi warga London secara umum.

"Polisi muslim, dokter, ilmuwan dan guru adalah bagian penting dalam kehidupan industri di London. Sistem keuangan Islam berkontribusi bagi ekonomi dengan mengubah cara warga London berinvestasi, menabung, meminjam dan menghabiskan uangnya," jelasnya.

Nilai-nilai yang berharga itu, imbuhnya, yang bisa dipelajari dari Islam oleh masyarakat London yang beragam, selain nilai yang penting yaitu kebersamaan melalui ikatan keluarga, membantu yang tak berpunya di saat bulan Ramadan.

Johnson pun mengimbau jika para warga London ingin lebih mengerti lagi tentang Islam, tak ada salahnya mencoba berpuasa sehari saja di bulan Ramadan ini.

"Karena itu saya mengimbau orang, utamanya saat Ramadan untuk lebih mencari tahu tentang Islam, menambah pengertian dan belajar tentang Islam, bahkan berpuasa sehari saja bersama tetangga muslim Anda, berbuka di masjid terdekat. Saya akan terkejut jika Anda tidak mendapatkan hal apapun yang bisa dibagi dibanding dengan yang Anda pikirkan sebelumnya," tutur Johnson.

(nwk/nwk)
Read More

Posted on 2:13 AM

Muslim Belanda Melawan Fitnah Wilders

Rabu, 09/09/2009 16:03 WIB

Partai Muslim Nederland atau Nederlands Moslim Partij (NMP) lebih dari sekadar sebuah isyu atau partai. Ia menjadi gerakan Islam yang halus dan menyebar cepat di Belanda. Anggotanya bukan hanya kaum imigran dri Maroko dan Bangladesh, namun juga dari bangsa Belanda sendiri.

Tidak mudah menjadi seorang Muslim di Belanda. Belanda menjadi negara satu-satunya yang paling sulit untuk ditinggali oleh seorang Muslim di belahan Eropa dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Ini—salah satunya—karena dipicu oleh Geert Wilders, anggota parlemen Belanda yang anti-Muslim. Wilders menyebarkan segala macam cara untuk menghentikan laju pesat pertumbuhan umat Islam di negerinya itu.

Tak jarang, Muslim di sana diserang tiba-tiba, dan dicap sebagai Nazi atau sebangsanya. Di media massa, orang-orang yang tak mau menyebutkan namanya menuliskan banyak hal tak berdasar dan tak terbukti tentang umat Muslim di Belanda.

Satu-satunya institusi resmi Islam di negara itu adalah NMP. Maret, Belanda menghadapi pemilu raya. Tentu saja NMP akan terlibat. Seorang professor di Universitas Amsterdam memprediksikan bahwa NMP setidaknya akan mendapatkan empat kursi.

Namun ketua NMP, Henry Kreeft, menyebutkan bahwa dua kursi sudah cukup memadai bagi Muslim di Belanda. Tampaknya Kreeft ingin menerapkan strategi yang tak tergesa-gesa. “Kami ini partai Islam yang sederhana. Kami ingin mengajak semua orang di Belanda untuk bergabung dengan kami.” Ujar Kreeft. (sa/qntr)

Read More

Posted on 2:11 AM

Mengapa Kaum Muslim Dibantai??

Bukan hal yang aneh ketika musuh-musuh umat Islam memerangi Islam, membunuh dan membantai kaum Muslim. Sebab, Allah SWT telah berfirman:

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلاَّ أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Dan mereka tidak menyiksa orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (TQS. Al-Buruj [85]: 8)

Namun yang aneh, mengherankan, dan bahkan diluar nalar orang yang berakal adalah ketika kaum Muslim satu sama lain saling membunuh tanpa alasan yang jelas. Sementara di saat yang sama para musuh mereka juga melakukan beragam cara pembantaian terhadap umat Islam, dan merancang berbagai strategi serta kebijakan untuk melenyapkannya.

Mengapa kaum Muslim dibantai? Mengapa darah kaum Muslim begitu direndahkan? Karena alasan apa darah-darah tidak berdoasa itu ditumpahkan? Mengapa mereka berada di barisan musuh umat Islam justru untuk membunuh umat Islam sendiri? Mengapa peperangan dan pertarungan ini dilakukan kepada Allah, Rasul-Nya, dan kepada orang-orang Mukmin?

Padahal Rasulullah SAW telah bersabda:

مَنْ أَهَانَ لِي وَلِيّاً فَقَدْ بَارَزَنِي بِالْعَدَاوَةِ

Siapa saja yang melakukan penghinaan terhadap wali (kekasih)-Ku, maka ia benar-benar mengajak permusuhan dengan Aku.” (HR. Thabarani dalam al-Kabir dari jalan Abu Umamah)

Rasulullah SAW juga bersabda:

مَنْ عَادَى لِي وَلِيّاً فَقَدْ بَارَزَ اللَّهَ بِالْمُحَارَبَةِ

Siapa saja yang memusuhi wali (kekasih)-Ku, maka ia benar-benar mengajak berperang dengan Allah.” (HR. Hakim. Dia berkata hadits ini shahih dari jalan Mu’ad bin Jabal)

Apakah pembunuhan ini dan itu terjadi karena kebodohan terhadap hukum-hukum Islam? Ataukah ini gejala kembalinya ke masa jahiliyah? Apakah pembunuhan itu dilakukan untuk mewujudkan kepentingan kepribadian seseorang yang egois, atau untuk mewujudkan kepentingan bangsa Timur dan Barat?

Bukankah Allah—Azza wa Jalla (Dzat Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi)—telah berfirman:

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (TQS. Ali Imran [3]: 103).

Bukankah dengan ayat itu Allah SWT mengharam pembunuhan? Bukankah pembunuhan termasuk di antara dosa besar yang menyebabkan murka dan laknat Allah? Sebagaimana firman Allah SWT:

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (TQS. An-Nisa’ [4]: 93).

Dan firman-Nya:

وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَ لاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَ يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً. يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً. إِلاَّ مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (TQS. Al-Furqan [25]: 68-70).

Dan firman-Nya:

مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَن قَتَلَ نَفْساً بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعاً وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعاً وَلَقَدْ جَاءتْهُمْ رُسُلُنَا بِالبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيراً مِّنْهُم بَعْدَ ذَلِكَ فِي الأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.” (TQS. Al-Maidah [5]: 32).

Dan firman-Nya:

وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ. بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ

Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh.” (TQS. Takwir [81]: 8-9)

Nabi SAW bersabda: “Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan (dosa besar). Kemudian beliau menyebutkan, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak (alasan yang dibenarkan syara’).

Seseorang berkata kepada Nabi SAW: “Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah SWT? Beliau bersabda: “Membuat Tuhan tandingan selain Allah, padahal Allah-lah satu-satunya yang menciptakan kamu.” Orang itu berkata: “Kemudian apa?Beliau bersabda: “Kamu membunuh anakmu karena takut anak itu makan bersamamu.Orang itu berkata: “Kemudian apa?” Beliau bersabda: “Kamu berzinah dengan istri tetanggamu.” Kemudian Allah SWT menurunkan ayat yang membenarkan apa yang disabdakan Rasulullah SAW. “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)” (TQS. Al-Furqan [25]: 68)

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila dua orang Muslim saling membunuh dengan pedangnya, maka yang membunuh dan yang dibunuh sama-sama masuk neraka.” Dikatakan: “Wahai Rasulullah, tentang yang membunuh masuk neraka ini kami memahami, tetapi kami tidak paham jika yang dibunuh masuk neraka? Beliau bersabda: “Dia (yang dibunuh) juga ingin sekali membunuh orang yang membunuhnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian kembali kafir sesudahku, di mana satu dengan yang lain saling membunuh.

Rasulullah SAW bersabda: “Seorang hamba akan selalu dalam kelapangan agamanya selama ia tidak menumpahkan darah yang diharamkan.

Rasulullah SAW bersabda: “Persoalan di antara manusia yang akan diputuskan pertama kali pada hari kiamat adalah masalah darah (pembunuhan).

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Meninggalnya satu orang Mukmin itu lebih besar di sisi Allah dari pada hilangnya dunia.

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang membunuh seorang kafir mu’ahid (ada ikatan perjanjian dengan negara Islam), maka ia tidak akan mendapatkan bau surga, padahal baunya telah tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari)

Ini adalah hukuman akibat membunuh kaum kafir di antara Yahudi dan Nasrani (Kristen) yang memiki ikatan perjanjian dengan negara Islam. Maka bagaimana dosa (hukuman) yang harus diterima jika seorang Muslim membunuh saudaranya sesama Muslim?

Untuk apa dan atas pertimbangan apa pembunuhan yang menghinakan dan memalukan ini dilakukan?

Sesungguhnya semua negeri-negeri Islam saat ini tidak menerapkan Islam. Negeri-negeri Islam sangat terbuka untuk kedutaan asing, bahkan merekalah seolah-olah penguasa yang sebenarnya. Negeri-negeri Islam berubah menjadi wilayah konflik, krisis ekonomi, politik, dan sosial, fitnah, perang saudara yang menyebabkan sejumlah besar kaum Muslim meninggal. Akibatnya kekuatan umat dan kekayaannya hilang sia-sia. Bukankah perang Irak dengan Iran, dan Irak dengan Kwait sebagai fakta yang masih belum hilang dari ingatan kita!!

Sesungguhnya, sikap kaum Muslim yang condong atau cenderung kepada Timur atau Barat, maka inilah yang menyebabkan kita (kaum Muslim) senantiasa diselimuti berbagai krisis dan fitnah. Dan Allah SWT telah berfirman:

وَلاَ تَرْكَنُواْ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللّهِ مِنْ أَوْلِيَاء ثُمَّ لاَ تُنصَرُونَ

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (TQS. Hud [11]: 113)

Sungguh, menjaga persatuan negeri-negeri kaum Muslim merupakan kewajiban syar’iy (Islam). Sehingga kapanpun dengan alasan apapun tidak boleh (haram) memecah negeri-negeri kaum Muslim menjadi pecahan-pecahan kecil dan institusi-instirusi kartun (boneka), yang dipimpin oleh orang yang tunduk kepada asing; menjalankan politiknya. Sadarlan bahwa kaum kafir tidak hanya memecah dunia Islam hingga menjadi lebih dari lima puluh tujuh pecahan. Namun mereka berhasil mengangkat dan menempatkan para penguasa antek atau komparador di atas pundak umat, dan akhirnya dengan mereka itulah kaum kafir meracuni umat dengan berbagai bentuk kehinaan, kerendahan, dan siksaan. Ketika mereka berkumpul, maka mereka berkonspirasi; sebaliknya apabila mereka pecah, maka mereka hidup saling membunuh dan membantai. Sehingga potensi negara dan rakyat menjadi hilang dengan sia-sia. Sungguh, ini semua merupakan aib, keburukan, dan momok yang mengotori dan mencoreng umat Islam yang mulia ini.

Sesungguhnya, soslusi satu-satunya untuk menjaga darah kaum Muslim dan kehormatannya; menjaga persatuan setiap negeri Islam; bahkan menjaga persatuan seluruh negara Islam adalah dengan mengubah semua sisten yang ada (yang saat ini sedang diterapkan) di dunia Islam. Kemudian di atas puing-puing kehancurannya diterapkan sistem Islam dalam naungan satu negara Islam, yaitu Khilafah Rasyidah yang kedua, yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Kemudian dengannya, Islam akan diterapkan dengan sempurna, seperti yang diterapkan Rasulullah SAW yang mulia, dan para Khalifah sesudahnya; menghilangkan kezaliman dari tengah-tengah kehidupan masyarakat; menegakkan keadilan; membebaskan negeri dan umat Islam; menebarkan kebaikan; dan mengambil kendali inisiatif dari negara-negara kafir, agar negara Islam menjadi negara nomor satu di dunia; menyebarkan Islam ke seluruh dunia, untuk mengeluarkan manusia dari kegelapam menuju cahaya (Islam); serta menyelamatkan mereka dari kezaliman dan bobroknya sistem Kapitalisme Demokrasi yang zalim ini. Mengapa tidak dikatakan demikian, padahal Rasulullah SAW telah menyampaikan kabar gembira dengan sabdanya. Sementara beliau sendiri adalah seorang yang jujur dan dapat dipercaya.

ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

Lalu akan ada fase penguasa diktator. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian.” (HR. Ahmad)

Dan untuk mewujudkan kebaikan inilah, seharus kaum Muslim beraktivitas dengan semangat dan serius.

فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. (TQS. Al-Mu’min [40]: 44)

Sumber: www.al-aqsa.orga (17/08/2009)

Oleh: ‘Ahid Nashiruddin

Read More